Senin, 16 Oktober 2017

Tugas Kritik Seni - Ria Khasiaturrahmi - 15206244011

Kritik Mengenai Lukisan Abstrak Seniman Susapto Murdowo

                Seni  adalah sesuatu yang inda. Seni sudah pasti inda. Tetapi, apakah indah itu sedah pasti seni? Kenyataannya belum tentu demikian. Contohnya saja pada coretan-coretan pada pagar di pinggir jalan yang penuh dengan coretan, apakah dapat dikatakan seni? Jawabannya adalah tidak karena sesungguhnya seni  itu merupakan sesuatu yang terkonsep dan memiliki ide gagasan yang sudah dirancang sedemikian rupa. Tidak dangan coretan-coretan tidak bermakna.
                Tidak banyak orang mengetahui tentang banyaknya aliran-aliran yang berada di seni rupa. Contonya abstrak, banyak orang mengira lukisan abstrak hanyalah coretan-coretan garis biasa saja, tetapi tidak dengan orang yang sudah mengetahui seni lebih dalam. Suatu lukisan abstrak dapat juga menggambarkan si seniman itu sendiri bahkan sudah menjadi suatu ciri khas tersendiri.
                Kali ini saya akan membahas lukisan Susapto Murdowo yang saya beri judul “Vibration Line of Life”. Mengapa saya memberi judul sendiri?, dikarenakan saya tidak mengetahui judul lukisan gambar di atas.
                Lukisan diatas dilihat dari tehnik pembuatan adalah menggunakan teknik basa . Teknik basah merupakan teknik melukis dengan cara mengencerkan cat minyak dengan menggunakan linseed oil atau minyak cat. Setelah cat diencerkan dalam kekentalan tertentu, barulah di poleskan di atas permukaan kanvas.
                Dari segi bentuk, tidak ada bentuk yang disajikan tetapi terdapat garis. Garis lengkung pada lukisan menggambarkan keanggunan, garis bending of right menggambarkan kesedihan, lesu atau kedukaan. Mengingat riwayat hidup, Susapto mempunyai riwayat penyakit yang cukup serius yang bermula pada tahun 2007 yang menyebabkan dia tidak terlalu produktif lagi dalam membuat karya. Dari pemilihan warna, lukisan di atas terlihat jelas ada terdapat dua sisi di lihat dari warna dingin dan panas yang seimbang. warna panas seperti warna merah yang terdapat pada lukiasan menggambarkan kesan berenergi, kekuatan, hasrat, keberanian, pencapaian tujuan, resiko dll. Warna dingin seperti hijau menggambarkan warna bumi, penyembuhan fisik, muda, pertumbuhan, daya tahan. Dari segi warna yang di pilih Susapto sangat menggambarkan kepribadiannya yang semangat, berenergi, dan berjuang dalam penyembuhan fisik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar