Kritik Mengenai Lukisan
Abstrak Seniman Susapto Murdowo
Seni adalah sesuatu yang inda. Seni sudah pasti
inda. Tetapi, apakah indah itu sedah pasti seni? Kenyataannya belum tentu
demikian. Contohnya saja pada coretan-coretan pada pagar di pinggir jalan yang
penuh dengan coretan, apakah dapat dikatakan seni? Jawabannya adalah tidak
karena sesungguhnya seni itu merupakan
sesuatu yang terkonsep dan memiliki ide gagasan yang sudah dirancang sedemikian
rupa. Tidak dangan coretan-coretan tidak bermakna.
Tidak
banyak orang mengetahui tentang banyaknya aliran-aliran yang berada di seni
rupa. Contonya abstrak, banyak orang mengira lukisan abstrak hanyalah
coretan-coretan garis biasa saja, tetapi tidak dengan orang yang sudah
mengetahui seni lebih dalam. Suatu lukisan abstrak dapat juga menggambarkan si
seniman itu sendiri bahkan sudah menjadi suatu ciri khas tersendiri.
Kali
ini saya akan membahas lukisan Susapto Murdowo yang saya beri judul “Vibration Line
of Life”. Mengapa saya memberi judul sendiri?, dikarenakan saya tidak
mengetahui judul lukisan gambar di atas.
Lukisan
diatas dilihat dari tehnik pembuatan adalah menggunakan teknik basa . Teknik
basah merupakan teknik melukis dengan cara mengencerkan cat minyak dengan
menggunakan linseed oil atau minyak cat. Setelah cat diencerkan dalam
kekentalan tertentu, barulah di poleskan di atas permukaan kanvas.
Dari
segi bentuk, tidak ada bentuk yang disajikan tetapi terdapat garis. Garis
lengkung pada lukisan menggambarkan keanggunan, garis bending of right
menggambarkan kesedihan, lesu atau kedukaan. Mengingat riwayat hidup, Susapto
mempunyai riwayat penyakit yang cukup serius yang bermula pada tahun 2007 yang
menyebabkan dia tidak terlalu produktif lagi dalam membuat karya. Dari pemilihan
warna, lukisan di atas terlihat jelas ada terdapat dua sisi di lihat dari warna
dingin dan panas yang seimbang. warna panas seperti warna merah yang terdapat
pada lukiasan menggambarkan kesan berenergi, kekuatan, hasrat, keberanian,
pencapaian tujuan, resiko dll. Warna dingin seperti hijau menggambarkan warna
bumi, penyembuhan fisik, muda, pertumbuhan, daya tahan. Dari segi warna yang di
pilih Susapto sangat menggambarkan kepribadiannya yang semangat, berenergi, dan
berjuang dalam penyembuhan fisik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar